Tips Membeli iPhone Bekas Agar Tak Rugi Kena Tipu

Posting Komentar

KnoAcc.Org - Belum lama, Apple merilis ponsel seri terbaru mereka yakni iPhone SE. Kehadiran ponsel yang diklaim lebih gegas dari ponsel android manapun yang ada itu diprediksi akan menurunkan harga iPhone generasi lawas. Mulai dari iPhone 6s, iPhone 6s plus, iPhone 7, iPhone 7 plus, iPhone 8, iPhone 8 plus, hingga iPhone X.

iPhone SE 2020 generasi kedua dijual Rp 6,3 jutaan untuk varian 64GB.

Di beberapa lapak jual-beli online, harga iPhone seri lawas tercatat berangsur turun. Artinya, ini adalah waktu terbaik untuk membeli iPhone second hand. Sebelum langsung membelinya, simak dulu tips membeli iPhone bekas menurut laman Lifewire berikut ini:

1. Pastikan Bukan iPhone Curian

Legalitas menjadi urusan paling penting yang mesti dipastikan sebelum membeli sebuah iPhone bekas. Sebab, jika perangkat yang dibeli adalah iPhone curian, Apple yang punya fitur Activation Lock dapat menjadikan perangkat yang baru dibeli malah tak bisa digunakan. Bukannya untung malah rugi karena iPhone bekas jadi ponsel bangkai.

Untuk memastikan status ponsel yang dibeli, cek nomor IMEI iPhone dengan cara membuka menu Setting - General - About. Ketika sudah mendapatkan nomor IMEI atau MEID, catat dan silahkan cek di situs Stolen Phone Checker atau di situs Kemenperin.

2. Jangan Beli di Lapak Jual-beli Abal-abal

Calon pembeli iPhone bekas juga disarankan untuk membeli iPhone bekas di lapak toko online atau toko penjual ponsel yang bisa dipercaya dan memiliki rekam jejak atau testimoni positif.

Biasanya, toko online dengan nama besar memiliki standar tinggi dalam melakukan pemeriksaan barang yang dijual pelapak sekaligus pelapak yang akan menjual produk di toko online terkait.

3. Cek Baterai

Sebelum membeli iPhone bekas, sebaiknya periksa performa baterainya. Memang tidak harus selalu 100% atau kondisi sempurna, tapi setidaknya kondisi baterai masih sehat di kisaran 95%.

Cek performa baterai iPhone bekas

Alasannya tentu sudah pasti karena component replacement atau suku cadang original dikenal mahal. Apple, tidak memberikan garansi untuk pemilik tangan kedua. Belum lagi ongkos penggantian sudah pasti juga mahal.

Cara memeriksa kondisi baterai iPhone pun cukup mudah, yaitu tinggal pilih menu Setting - Battery - Battery Health.

4. Periksa Kondisi Fisik (Hardware)

Nah, kalau terkait perangkat keras, pasti menuntut kejelian dari pembeli. Setiap iPhone memiliki keausan disebabkan pemakaian normal semisal terjatuh atau sekedar goresan di samping dan belakang telepon.

Namun, goresan besar pada layar dapat berpengaruh pada fitur lainnya seperti Touch ID dan 3D Touch. Perhatikan juga apakah pernah terbanting dengan keras yang membuat penyok fisik luarnya yang bisa jadi membuat komponen iPhone dalam rusak dan tidak berfungsi dengan baik.

Oleh sebab itu, periksa semua fungsi hardware, mulai dari speaker, kondisi fisik, layar, kamera, dan seluruh tombol yang ada pada iPhone bekas yang Anda beli.

5. Pilih iPhone dengan Kapasitas Memori Besar

Berbeda dengan ponsel Android yang kapasitas penyimpanan datanya bisa diperluas menggunakan penyimpanan tambahan (MicroSD). Ini penting karena iPhone tidak menyediakan ruang slot untuk memasang memori eksternal.

Jika berencana memakai iPhone bekas dalam waktu yang lama, sangat dianjurkan memilih varian iPhonr yang memori internalnya berkapasitas lebih dari 32 GB. Tujuannya agar ponsel bisa menampung lebih banyak data, aplikasi maupun update software. Kekurangan ruang juga bisa berakibat buruk ketika iPhone update iOS dan gagal.

6. Bandingkan Model dan Harga

Pastikan betul sudah tahu fitur apa yang akan kamu korbankan saat membeli iPhone bekas pakai. Kemungkinan besar, ponsel yang kamu beli asetidaknya sudah satu generasi di belakang model baru yang saat ini beredar.

Dan terkhir dan paling penting, pastikan harga iPhone second yang akan dibeli sesuai dengan kondisi isi dompet. Jangan terlalu memaksakan diri.

Jon Moekidi
Jon Moekidi
Bukan pendiam, lebih suka diam dan mendengarkan.

Related Posts

Posting Komentar

Follow by Email