Malware PhantomLance Juga 'Sembunyi' di Google Play Store

Posting Komentar

KnoAcc.Org - Para peneliti dari Kaspersky baru saja mengungkap keberadaan malware berbahaya di Google Play Store, yakni PhantomLance. Laporan tersebut juga menyebutkan, malware ini tampaknya telah bersembunyi di toko aplikasi Google tersebut sejak lama.

Malware PhantomLance sudah "hidup" selama 4 tahun lebih di Google Playstore

Adapun lusinan aplikasi jahat yang terinfeksi malware itu selain disebarkan via Play Store, juga disebarkan dari toko aplikasi alternatif lain, semisal APKpure dan APKCombo.

Dalam aksinya, pelaku kejahatan dapat menggunakan aplikasi malware ini untuk memata-matai kegiatan dan mencuri data korbannya.

Dikutip dari laporan terbaru Kaspersky via securelist.com, malware ini diketahui telah menyusup ke Google Play Store selama lebih dari 4 tahun. Adapun berdasarkan dugaan tim peneliti keamanan, aplikasi jahat yang ternfeksi malware ini dibuat oleh tim OceanLotus Advanced Persistent Threat (APT) yang berbasis di Vietnam.

Target dan Persebaran PhantomLance

PhantomLance juga tersebar di Indonesia

Lebih lanjut dalam laporannya, Kaspersky juga mengumumkan sejumlah negara yang menjadi target penyebaran malware ini. Kebanyakan, negara-negara korban malware ini tersebar di negara Vietnam, Bangladesh, Indonesia, dan India.

PhantomLance terbukti mengumpulkan data lokasi, log panggilan dan kontak dari ponsel yang terinfeksi. Tak hanya itu, pelaku juga dapat hingga memantau aktivitas SMS, dan membaca versi OS ponsel, model dan daftar aplikasi yang diinstal.

"PhantomLance telah menginvasi Play Store lebih dari lima tahun dan mampu mem-bypass filter keamanan di toko aplikasi Google dengan cara canggih," kata Alexey Firsh, salah satu peneliti Kaspersky.

Menurut laporan, "pelaku dapat mengunduh dan mengaktifkan kode berbahaya di aplikasi, dan menyesuaikannya dengan perangkat korban, seperti versi Android dan aplikasi yang diinstal."

"Dengan cara ini, pelaku dapat menghindari kondisi aplikasi overload dengan fitur yang tidak perlu dan pada saat yang sama mengumpulkan informasi yang diinginkan," tutupnya.

Jon Moekidi
Jon Moekidi
Bukan pendiam, lebih suka diam dan mendengarkan.

Related Posts

Posting Komentar

Follow by Email