What?

Pakai Cheat Saat Kompetisi Resmi PUBG, 4 Pro Player Di Banned 3 Tahun

Memasuki awal tahun 2019 ini semua pasti berharap banyak hal baik kedepannya. Hal yang sama juga menjadi harapan bagi perkembangan esports yang belakangan di tahun 2018 menuai banyak kontroversi dibumbui dengan berbagai drama. Namun, hal sebaliknya justru terjadi di scene kompetisi resmi dari game PUBG bertajuk National PUBG League khususnya wilayah Amerika Utara.

Empat tim harus di-diskualifikasi akibat empat orang pemainnya mendapatkan hukuman permanen banned dari game PUBG itu sendiri. Pengumuman tersebut datang langsung dari masing-masing tim yang memang pemainnya telah dibanned sejak 19 Desember yang lalu.

Lalu apa yang melatar belakangi mereka mendapatkan permanen ban hingga akhirnya masing-masing tim harus di diskualifikasi?

Setelah di investigasi, empat pemain dari masing-masing tim yang berbeda yaitu dari tim Reapers Christian “Cuhris” Narvaez, dari tim Almost Liam, “Liammm” Tran, dari tim Death Row Tyler “DevowR” Sti, dan dari tim Totality Mark “Tefl0n” Formaro mereka terbukti menggunakan aplikasi/software pihak ke tiga yang mempermudah mereka saat bermain atau kasarnya menggunakan “cheat” selama kualifikasi online berlangsung. Hasil dari investigasi tersebut akhirnya dijatuhkan hukuman ban dari kompetisi untuk empat pemain tersebut selama tiga tahun terhitung mulai 31 Desember 2018 hingga 31 Desember 2021.

Bukan hanya pemainnya saja, seperti yang disebutkan sebelumnya empat tim tersebut juga telah di diskualifikasi dan telah digantikan oleh empat tim selanjutnya yang akan bertanding dari babak NPL Online Qualifiers Round 3.

PUBG Mobile: 7 Lokasi Looting Terbaik Map VIKENDI

Pihak dari PUBG Esports Team juga memberikan sebuah pernyataan. Kedepannya jika pemain kedapatan mengalami banned in-game dengan alasan menggunakan penggunaan program yang tidak diijinkan selama kompetisi professional berlangsung akan dikenai banned dari pertandingan kompetitif minimal tiga tahun dan maksimal seumur hidup. Hukuman tersebut akan diberikan setelah penyelidikan mendalam dari pihak terkait.

Hayo masih berani menggunakan program/software ilegal saat kompetisi berlangsung? Kalian bisa berpikir terlebih dahulu sebelum mendapatkan hukumannya kelak

What?

You Might Also Like:

Disqus Comments