Perbedaan dari Rooting dan Unlock Bootloader

Perbedaan dari Rooting dan Unlock Bootloader

Rooting


Rooting sendiri mengacu dari kata 'root' yang merujuk pada hak sebagai Superuser yang mempunya hak (privileges) tanpa batas. istilah root biasa di pakai dalam keluarga UNIX semisal Linux dan turunannya.


Rooting yang dimaksud di sini adalah memberikan hak Superuser (Administrator) agar mempunyai hak merubah devices android sepenuhnya.
salah satu contoh: meng-edit file yang berada dalam folder / (root), /system (sistem), atau mengubah bagaimana nantinya sebuah device berbasis os android akan berjalan.

Unlock Bootloader


Sebelumnya, anda perlu tahu apa itu Bootloader Bootloader adalah merupakan sebuah program yang sudah tertanam pada suatu sistem operasi untuk mem-boot atau memanggil sistem operasi yang ada pada internal memory. Bootloader ini digunakan untuk memanggil kernel suatu sistem operasi. Jelas? :)

Lalu apa gunanya di Unlock? Seperti yang sudah anda ketahui selama ini bahwa Android sangat peduli dengan keamanan system yang mereka miliki, sehingga pada akhirnya kita harus melakukan proses rooting supaya system bisa kembali terbuka (dan mungkin) dengan jaminan garansi hilang dan segala kerusakan system (karena kita cuma merubah isi dari system, bukan hardware) ditanggung oleh kita sendiri. Sama halnya Bootloader. Bootloader menjadi unsur penting tidak hanya pada Android namun pada seluruh system operasi (karena ini-lah yang memanggil system.

Kebanyakan Custom ROM saat ini telah menggunakan kernel yang sudah dimodifikasi oleh pihak pengembangnya. Sehingga sudah jelas kita harus mengganti kernelnya bila ingin mencoba Custom ROM tersebut.

Jadi, anda tidak bisa melakukan Unlock Bootloader tanpa melakukan Rooting, sedangkan anda boleh saja tidak melakukan Unlock Bootloader meskipun sudah melakukan Rooting jika memang anda tidak memerlukannya.

Bisa dikatakan Rooting berfungsi membuka kunci system sedangkan unlock bootloader untuk membuka kunci kernel.

Share this:

Disqus Comments