2013/06/03

Perbedaan dari Rooting dan Unlock Bootloader

Perbedaan dari Rooting dan Unlock Bootloader -

Rooting


Rooting sendiri mengacu dari kata 'root' yang merujuk pada hak sebagai Superuser yang mempunya hak (privileges) tanpa batas. istilah root biasa di pakai dalam keluarga UNIX semisal Linux dan turunannya.


Rooting yang dimaksud di sini adalah memberikan hak Superuser (Administrator) agar mempunyai hak merubah devices android sepenuhnya.
salah satu contoh: meng-edit file yang berada dalam folder / (root), /system (sistem), atau mengubah bagaimana nantinya sebuah device berbasis os android akan berjalan.

Unlock Bootloader


Sebelumnya, anda perlu tahu apa itu Bootloader Bootloader adalah merupakan sebuah program yang sudah tertanam pada suatu sistem operasi untuk mem-boot atau memanggil sistem operasi yang ada pada internal memory. Bootloader ini digunakan untuk memanggil kernel suatu sistem operasi. Jelas? :)

Lalu apa gunanya di Unlock? Seperti yang sudah anda ketahui selama ini bahwa Android sangat peduli dengan keamanan system yang mereka miliki, sehingga pada akhirnya kita harus melakukan proses rooting supaya system bisa kembali terbuka (dan mungkin) dengan jaminan garansi hilang dan segala kerusakan system (karena kita cuma merubah isi dari system, bukan hardware) ditanggung oleh kita sendiri. Sama halnya Bootloader. Bootloader menjadi unsur penting tidak hanya pada Android namun pada seluruh system operasi (karena ini-lah yang memanggil system.

Kebanyakan Custom ROM saat ini telah menggunakan kernel yang sudah dimodifikasi oleh pihak pengembangnya. Sehingga sudah jelas kita harus mengganti kernelnya bila ingin mencoba Custom ROM tersebut.

Jadi, anda tidak bisa melakukan Unlock Bootloader tanpa melakukan Rooting, sedangkan anda boleh saja tidak melakukan Unlock Bootloader meskipun sudah melakukan Rooting jika memang anda tidak memerlukannya.

Bisa dikatakan Rooting berfungsi membuka kunci system sedangkan unlock bootloader untuk membuka kunci kernel.

8 komentar

Bisakah kita melakukan unlock bootloader tanpa proses rooting. misalkan pada Android Vivo y22 milik saya. puluhan macam APK Root dengan atau tanpa PC gak ada yang berhasil.. ditunggu penjelasannya ya. terima kasih..

Ada yang bisa, ada yang tidak. Bergantung devicenya sendiri, apakah masuk mode fastboot (bootloader mode) atau tidak. Kalau bisa bisa kok di unlock dengan perintah fastboot oem unlock.

Di beberapa device yang sudah di root tanpa PC, contohnya Andromax R atau Lenovo A7000 bisa tembus hanya dengan aplikasi root setelah unlock bootloader

Untuk referensi, Saya juga pernah menulis (lebih baru dari artikel ini) pegalaman rooting berkaitan dengan unlock bootloader meskipun sebabnya berbeda, tetapi intinya sama.

Untuk unlock bootloader bisa pakai Minimal ADB Fastboot tool, ada di blog ini juga.

FYI, artikel ini saya tulis saat saya masih cupu banget ( 2013 :D ) soal android gan,

Semoga membantu.

Oooh begitu yaa aku juga vivo Y22 bingung gk bisa root

sama masih belum paham, jadi saya minta maaf sebelumnya
saya hanya ingin memperjelas saja.
saya ingin Root xiaomi redmi note 3
apakah bisa saya melakukan Root tanda Unlock bootloader terlebih dahulu.

Untuk Redmi Note 3, unlock dulu, baru bisa root tanpa kuatir brick. Kecuali anda bisa mengatasi sendiri saat brick.

Xiaomi tahun 2013 (saat saya nulis artikel ini) belum melakukan penguncian bootloader. Jadi artikel ini merujuk pada beberapa ponsel Motorola, HTC, Sony dan Nexus yang saat itu sudah melakukan penguncian bootloader.

Selain itu, tingkat pengamanan saat itu juga belum seketat saat ini, root cukup dengan exploit tertentu sudah jebol. Hingga akhirnya bertebaran aplikasi rooting lansung dari ponsel.

Dan akhirnya saat Lollipop muncul, semua aplikasi rooting itu mulai ompong.

klo unluck bootloader sama rooting, mana yg lebih leluasa merubah devices sepenuhnya? masih bingung perbedaannya...ane pake infinix hot s, ada menu unlock bootloader..

Gampangnya:
- Unlocked bootloader membuka akses "bebas memasang ROM, Recovery, modifikasi partisi dll."

- Rooted device membuka akses "bebas memasang/modifikasi aplikasi yang ada di dalam ROM" artinya hanya bisa melakukan ubahan di dalam OS.

Contoh kasus:

Saat akan merubah partisi yang dilindungi seperti partisi "boot", "Recovery" atau "modem" melalui mode Fastboot, tidak akan diijinkan jika belum Unlocked, meskipun sudah dalam keadaan Rooted.

Tinggalkan komentar dan ikutan mejeng di Recent Comments.
- Komentar dimoderasi untuk mencegah komentar spam dan double post. Jadi komentar tidak akan langsung muncul.
- Daftarkan nama di profil blogger agar tidak tampil Unknown.
- Jangan pernah menuliskan no. HP maupun e-mail, komentar akan dihapus/tidak di publikasikan demi keamanan anda sendiri.
- Lihat halaman kontak untuk berkomunikasi secara intens dengan penulis artikel.
Kamus EmoticonSembunyikan