2012/04/17

Oleh-oleh dari Pare, Kediri : Keroncong Perpisahan

Oleh-oleh dari Pare, Kediri : Keroncong Perpisahan - Konsep hanyalah konsep ketika kita tak tahu dari mana kita memulai

Sebuah Pengalaman baru kembali saya peroleh ketika dalam "misi" mencari referensi untuk mendirikan sebuah lembaga pengembangan ilmu komputer dan bahasa inggris (baca : kursus). Saya sendiri tidak menyangka akan mendapatkan sebuah "oleh-oleh" yang seperti ini. Oleh-oleh yang agak nyeleneh, tapi wajar.

Ini bermula ketika saya memulai merencanakan untuk mengejar target 3 bulan saya. Bersama salah seorang mitra kerja saya dan teman lama saya David, saya melakukan perjalanan ke lokasi pengembangan bahasa inggris populer di jawa timur : Pare, Kediri. Untuk apa? Mencari materi yang akan saya jadikan acuan pengajaran di lembaga kursus saya nantinya tentu saja.


Dari rumah, kami (saya dan teman saya) berangkat agak sore dengan alasan menghindari panas dan macet di jalanan. Perjalanan yang saya tempuh kira-kira sekitar 5 jam perjalanan (kok lama? iyalah, kan sambil menikmati perjalanan). Di sepanjang perjalanan yang kami perbincangka hanyalah konsep, konsep, dan konsep.
Di Tugu Garuda Pare
Sampai di Pare kira-kira jam 9 malam, bertemu dengan beberapa teman lama yang juga masih mengajar di sana (ada di beberapa lokasi kursus), ngopi. Masih belum punya gambaran dan arah yang jelas untuk metode pembelajaran saya nantinya.

Kami jalan saja menyusuri jalanan sepi kota Pare, mampir di tugu Garuda, pesan bubur, diam, menikati malam. masih belum mendapatkan hasil yang ingin di capai juga. Kami balik ke tempat penginapan.

Base Camp Survivor

Tanpa dinyana, kami bertemu dengan Danang, seorang penduduk asli yang "eklsentrik" yang kenal dengan teman saya, kami mampir di base-camp dia : "Suvivor". Apa pula ini? Agak sedikit kikuk untuk memulai sebuah perbincangan, hahaha.... Dia mulai mengenalkan apa maksud dari base-camp dia...

.....

Siapa Perduli dengan Penampilan?

Mata dan telinga kami agak terbuka ketika dia secara tiba-tiba menyodorkan sebuah proposal kerjasama... Bamm... Kami langsung saja antusias. Kami mulai mempunyai titik terang apa yang akana kami lakukan berikutnya. Kami kembali ke penginapan dengan senyum.

Esok harinya, Kami bertemu kembali dengan dia (Danang) di warung makan, lansung mengalir begitu saja seluruh konsep-konsep dan alur untuk memmulai sebuah Lembaga Pendidikan alias Kursus. nah di sela waktu inilah dia menunjukkan beberapa "talenta" dia dalam bermusik (saya agak tidak merasa heran waktu itu, alias maklum). inilah oleh-oleh kami dari Pare, Kediri. Video klip yang saya rekam ketika dia menyanyikan sebuah lagu perpisahan buat kami. Kami memang lansung pulang setelah juga membeli beberapa buku referensi untuk lembaga pengembangan pendidikan saya nantinya.

Sekali lagi saya ingin mengucapkan sebuah pepatah "don't judge the book by it's cover". Terkadang sangat menipu.

Tinggalkan komentar dan ikutan mejeng di Recent Comments.
- Komentar dimoderasi untuk mencegah komentar spam dan double post. Jadi komentar tidak akan langsung muncul.
- Daftarkan nama di profil blogger agar tidak tampil Unknown.
- Jangan pernah menuliskan no. HP maupun e-mail, komentar akan dihapus/tidak di publikasikan demi keamanan anda sendiri.
- Lihat halaman kontak untuk berkomunikasi secara intens dengan penulis artikel.
Kamus EmoticonSembunyikan